Bahasa Jawa oh bahasa jawa

Hari ini hampir gila gara – gara nahan ketawa. Tika sering banget nahan ketawa karna tika lagi sendiri di keramaian. Yah, maklum.. itsumo hitori. Kan nggak mungkin kita ketawa – ketawa sndiri di tempat yang ramai.

Critanya, pagi ini, nenek tercinta memberikan titah untuk membeli beberapa bumbu dapur di pasar. Karna, keluarga kita jawa tulen, so nenek selalu memakai bahasa jawa dan ntah karna alasan apa, nenek selalu membiasakan pakai bahasa jawa halus alias kromo inggil walopun nenek sedang berbicara dengan cucunya yang imut dan nggak gitu ngerti bahasa jawa ini.

Ketika tika hendak berangkat, tiba – tiba nenek menambahkan pesanannya, “nduk, mengkeh kaleh tumbas sarem nggih”. -nduk, nanti sama beli sarem ya-.

Sarem??? apa yah?? Ah nggak tau! Yang penting ntar kalo nyampe pasar, tinggal tanya aja ama penjual-penjual yang ada di sana. Ntar juga mereka kasih tau. Yupz! itulah yang ada di pikiran tika.

Sesampainya di pasar tika membeli beberapa bumbu dapur, abis itu tika tanya ama si penjualnya, “bu, yang jual sarem dimana ya?”… “oh, di situ mbak” kata ibu nya sambil nunjuk satu tempat. Dan datenglah tika ke tempat itu kemudian bilang ama si penjual,

Bu, tumbas sarem enten?  –bu, beli sarem ada?-

Oh, enten mbak. Ingkang gangsalatus nopo setunggalewu gangsalatus? -Oh, ada mbak, mau yang Rp. 500,- ato yang Rp. 1.500,-?-

Eu, gangsalatus mawon bu’. -yang Rp. 500,- aja bu’-(Menjawab dengan tidak pasti dan masih bertanya – tanya sarem itu bentuknya seperti apa yah?!)

Nggih. niku njenengan mendhet. -ya. itu silahakan ambil- (ibu penjual menunjuk)

Oooooooooooooooooh.. ternyata! Ibu itu menunjuk ke satu wadah yang di dalamnya berisi beberapa bungkus serbuk putih yang biasa kita menyebutnya GARAM. Jadi, selama ini, Sarem itu adalah GARAM. Yah, karna melihat dan melaksanakan kebodohan sendiri inilah tika sekuat tenaga menahan ketawa. Diperjalanan pulang pun tika masih cengar cengir nahan ketawa dan trus bilang, ternyata Sarem itu garam ta’! Bego bener lo!Uda 21 taon hidup di jawa.. weeeew..

2 Responses so far »

  1. 1

    afie said,

    hohohoh, aku juga gak tahu sarem itu garem, ehehehe


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: